welcome

Enjoy with this blog
Dan Temukan Yang Anda Cari

Sabtu, 28 Maret 2009

MEREDAKAN KEMARAHAN


Sumpek sekali memang, kalau lagi marah atau di marahi! Dapat saya banyangkan betapa jengkelnya kita jika sedang lelah sekali sepulanng kerja, “setelah jungkir balik” menghadapi puluhan masalah di tempat kerja, plus urusan kantor yang ngak beres. Sesampainya di rumah di berondong pula dengan keadaan yang ambburadul plus anak-anak yang sukar diatur….sampai hati yang gerah jadi cepat sekali meletup- t darurat, sering terjadi letupan dan ledakan kemarahan, berbahaya bagi ditebar ranjau, tentu saja si buyung cs, ib u ataupun bapak untuk merasa aman dan damai di rumah. Sehingga terpaksa kelayapan di luar atau bubar jalan…!
Menyimpan sekantung rasa marah sebenarnya bagai menyimpan sekantung lebah, yang dapat menyengat kian kemari, ingin merusak apa saja, terutama sumber kemarahannya. Amarah ini bukan Cuma merugikan orang lain saja, tetapi juga diri sendiri. Sebab berbagai hormone dan organ tubuh dipaksa kerja luar biasa beratnya. Bahkan jika marah ini dikombinasikan dengan kebencian dapat menjadi fatal, karena dapat menyebabkan penyakit jantung. Karena reaksi emosi yang keras dan kronis ini dapat merusak pembuluh jantung dan bias membiakkan penyakit berbahaya lainnya.
Pelampiasa rasa marah pun adalah cara yang paling efektif untuk menghapus ikatan cinta dan menggantinya dengan rasa tidak suka. Bukankah rasa marah itu lebih baik “diledakkan” daripada di bungkam, ditumpuk?
Sukar menjawabnya, sebab kalau ledakannya tidak merusak, (daripada menggebuk anak lebih baik menggebuk kasur, dari pada tendang bokong lebih baik tending bola dsb). Masih dapat di terima. Tetapi kalau sampai merusk yang berharga……? Bukankah lebih baik tidak memilikinya?
Dr. Dyer, seorang pakar kesehatan mental, berkata bahwa di dalam kepala orang yang sedang marah hadir pertanyaan neurotic: mengapa ia tidak seperti aku? Kenapa ia tidak melakukan apa yang kuingini?. Tentu saja keinginan orang berbeda-beda, sehingga tidak mungkin apa yang di inginkan satu orang saja yang harus terjadi. Bahkan yang lebih banyak terjadi, justru tidak seperti yang diinginkan olehorang tertentu saja. Jadi kenapa harus marah untuk perbedaan ini?
Ada beberapa kiat yang dapat digunakkan untuk meredakan rasa marah. Antar lain:
1. ingatlah, jika orang lain konyol, kenapa kita harus sewot?
2. dapat menempatkan pada diri orang tersebut. Jika kita dapat menerima bahwa anak-anak yang normal justru aktif dan banyak gerak, sebab itu di butuhkan buat mengembangkan kecerdasan dan fisikmereka, jadi buat apa marah melihat mereka aktif dan rebut/
3. bagi para suami akan menikamati rumah tangga lebih damai jika ia mau mengerti keadaan istrinya yang lelah dan mau ikut menolong dalam rumah tangga. Tidak Cuma mau tahu beres saja.
4. tundalah beberapa detik sebelum “meledak” marahnya. Dan tiap kali waktunya ditunda lebih lama. Kabarnya, sang ahli menemukan jika berhasil menunda lebih dari sepuluh detik, kemarahan pun akan mereda.
5. jagan merasa benar dengan kebiasaan marah itu. Seeorang dapat saja tidak setuju, atau tidak suka pada sesuatau, tetapi kan tidak perlu naik pitam?
6. mintalah bantuan orang yang dekat dan dipercaya dalam usaha meredakan/ menunda marah ini. Mintalah dukungannya dan tolong diingatkan kalau teras panas naik ke kepala.
7. tertawakan diri anda.
Berbahagialah orang yang dapat mentransendir dirinya dan menertawakan dirinya sendiri. Kok serius betul sih jadi orang? Gerkan tersenyum pu dapat merangsang serombongan syaraf tertentu sehingga dapat merasa lebih santai.
8. cobalah kiat memaafkan. Tidak jarang dengan memaafkan kesalahan orang, beban yang mengunduli hati pun jadi berkurang.
9. jika belum berhasil dalam melakukan jurus di atas, cobalah lagi dan lagi. Sambil mengisi hati dengan rasa percaya, sikap penyanyang dan bersahabat. Sikap ini bertentangan dengan rasa amarah. Sehingga tambah banyak hati and diisi dengan sikap ini, tambah sedikit tempat bagi rasa angkara murka. Sampai akhirnya kelak dapat bersanyonara dengan marah itu. Bukankah ini jauh lebih baik bagi kesehatan mental, fisik dan kesehatan hubungan dengan orang yang anda cintai?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar