welcome

Enjoy with this blog
Dan Temukan Yang Anda Cari

Jumat, 27 Maret 2009

INSOMNIA


Tidak semua “keadaan jaga” pada malam hari termasuk insomnia. Yang terpaksa “melotot” dan sukar sekali memerangi kantuknya, yang pasti berbeda dengan yang ingin tidur tetapai tidak bias tidur. Yang terakhir itulah yang yang menderita insomnia. Sebab, yang paling banyak dikeluhkan oleh para penderita insomnia adalah tidak bias tidur. Insomnia sendiri di defenisikan oleh goldenson, dalam The Encyclopedia of Human Behaviour, sebagai a temporary or chronic loss of sleep, kehilangan tidur secara temporer atau kronis.
Jenisnya aneka ragam. Ada yang menggejala sebagai sukar untuk tidur (initial insomnia), ada yang bias tidur, tetapi terbagun melulu (intermittent insomnia), ada yang bias tidur tetapi bangun kepagian, merasa tidak segar dan tidak dapat tidur lagi (terminal atau matutinal insomnia), ada lagi yang takut tidur, tetapi juga takut jika tidak tidur (compulsive insomnia).
Penyebabnya pun banyak. Dapat ngkan dalam tiga besar, yaitu karena fisik, mental dan lingkungan.
Fisik, sumber, ketidakpulesan tidur ini ada pada badan si penderita. Misalnya, karena umur sudah uzur, orang tua banyak yang sudah tidak pulas tidurnya. Atau karena ia mengidap penyakit darah tinggi atau penyakit lain. Atau penyebabnya sederhana saja, olahrga malam hari atau makan terlalu banyak. Bias juga karena minum minuman yang menstimulir tubuh, sehingga tubuh, harus bekerja ekstra giat. Ini pasti bertentangan dengan kebutuhan tubuh yang akan istirahat.
Psikis: karena ada ketegangan emosi. Misalnya sangat sedih, sangat kecewa, cemas, marah dan sebangainya. Seperi yang dialami oleh orang super pemalu kecewa, sudah bersikap bloon di depan kelas. Sampai tidurnya tidak tenang, terbangu-bangun melulu. Penyebab psikis lainnya adalah karena kebiasaan, jika badan dibiasakan begadang untuk belajar atau bekerja malam hari, dia jadi terlatih segar, dan sukar diajak kompromi untuk tidur.
Lingkungan dapat pula menjadi penyebab. Misalnya suhu yang terlalu panas, teralu dingin, tempat tidur baru (menginap di rumah teman, di hotel) ada suara atau sinar yang menganggu.
Akitnya berfariasi, tergantung daya tahan tubuh si penderita insomnia. Banyak yang dapat berfungsi baik meski mengalami satu atau dua hari kurang tidur. Sebagian masih dapat berfungsi baik, dengan loss of sleep yang belama-lama.
Ada yang cepat bereaksi terhadap kurang tidur, dengan simton, kurang koordinasi, kurang dapat konsentrasi, kurang tajam penilaianya, daya ingat berkurang dan kurang dapat mengambil keputusan. Hal ini dapat pula mengakibatkan kurang nafsu makan. Dignes mengatakan kurang tidur berdampak kumulatif. Jika tiap hari kurang tidur 90 menit, setelah seminggu ia akan kehilangan 7,5 jam tidur. Pada akhir minggu orang ini akan nyaris tidak tahan lagi. Jika selama week and ia bisa tidur banyak, akan sangat membantu kebugaran jiwanya untuk menghadapi stress lagi.
Penyembuhannya sangat tergantung dari apa penyebab insomnia itu. Yang di sebabkan penyakit , perlu ke dokter untuk berobat. Yang di sebabkan persoalan psikologis, perlu mengatasi masalahnya, atau mencari pertolongan ahli. Inti penyembuhannya adalah,”mengendurkan saraf maupun otot-otot agar dapat istirahat sempurna, alias tidur nyenyak.” Lingkungan kamar perlu tenang, tidak perlu terlalu merngasang. Kamar yang tidak rebut, tidak sangat dingin atau sangat panas. Ruangan yang hangat dengan ventilasi baik dapat membantu. Makan jangan terlalu banyak. Kalau dapat hindari makanan “panas” seperti daging kambing atau durian. Jangan minum minuman yang merangsang, seperti teh, kopi dan soda. Otot-otot jangan diaktifkan seperti olahraga. Kadang ada yang merasa sudah relax, padahal ototnya masih kaku. Untuk mengatasinya dapat di Bantu dengan mandi air hangat, atau belajar relaksasi. Pikiran dan perasaan perlu di istirahatkan pula.ini yang paling sukar, namun paling berguna. Berungtunglah yang religius, sebab dapat berdoa dengan sekhunsyunya.
Ada baiknya menghadapi dunia dengan sedikit rasa humor. Misalnya mahasiswiyang sedang begitu sengsara mengahadi saat bloonnya. Jika masih ada yang tertwa, bertanya sambil menggoda. Ia pasti bisa dengan kalem menjawab:”Emang disengaja kok, buat hiburan….!” Salam santai.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar